“Pernahkah kamu berpikir ibadah bukan sekadar ritual? Baca cerita saya meresapi ibadah dan aqidah—dan menciptakan video edukasi sensitif dengan sentuhan empati.”
Selama satu semester menapaki perkuliahan MKWU Pendidikan Agama Islam, saya merasakan perjalanan yang begitu kaya warna: bukan sekadar tuntutan akademis, tapi juga panggilan untuk menjemput makna sejati dari setiap nilai keislaman. Mula‑mula kelas dibuka dengan pemahaman bahwa ibadah shalat, puasa, zakat, haji bukan ritual kosong, melainkan jembatan hati untuk terus berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dosen kami tidak hanya menguraikan teori fiqih, melainkan mengajak kami praktik wudu bersama, merapikan barisan shaf, dan menelusuri makna setiap sujud. Saya ingat betul bagaimana khusyuknya hatiku saat menjalankan shalat dhuha, seolah setiap gerakan menunjukkan rasa syukur atas nikmat usia dan kesehatan yang Allah berikan. Dari situ, saya terkesan bahwa sesungguhnya ibadah meluas ke setiap helai kata dan sikap. Tidak cukup hanya berjaga di tepi sajadah: ramah kepada teman, sabar menanggapi perbedaan, atau sekadar menjaga kejujuran semua itu adalah perwujudan ibadah kecil yang menenu...
